Berita Terkini - Pernyataan boleh tidaknya seorang kepala negara berkampanye dan berpihak pada Pemilu 2024 disambut baik oleh sejumlah ulama di Kabupaten Bandung.

Menurut mereka, setiap orang mempunyai hak demokrasi dan politik yang sama. Pernyataan tersebut disampaikan kepada JPNN.com, dikutip Senin (5/2). 

Untuk mendukung calon dan wakil presiden tertentu, sejumlah ulama sepakat menyatakan dukungannya dan siap membantu mengkampanyekannya. Mereka berharap kepala negara ikut terlibat dalam kampanye yang dilakukan sejumlah ulama Kabupaten Bandung.

Faktanya, ambisi untuk meraih kekuasaan sudah menjadi hal yang wajar dalam sistem demokrasi, bahkan seorang pemimpin juga terlibat dalam permasalahan pendukung presiden dan wakil presiden 2024. 

Dalam sistem demokrasi, hal-hal seperti itu merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Kekuasaan tidak boleh disamakan dengan tindakan sewenang-wenang yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. 

Berkampanye untuk mendukung salah satu kandidat adalah tindakan yang tidak etis. Hal ini merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemimpin nasional dalam menggunakan kekuasaan karena kesewenang-wenangannya. 

Dalam negara demokrasi tolak ukur perbuatannya adalah kepentingan dan keuntungan materi, sehingga tidak memperdulikan kaidah syariat Islam.

Sayangnya, sejumlah ulama juga ikut terjerumus ke dalam hiruk-pikuk kampanye yang justru mendukung penguasa dalam mengkampanyekan calon presiden dan wakil presiden. 

Banyak ulama yang secara sadar atau tidak sadar melanggengkan sistem demokrasi dengan menjadi pendukung dan anteknya. Hal ini disebabkan masih banyaknya ulama yang belum mempunyai pemahaman bahwa tugas ulama adalah menasihati dan mengoreksi penguasa apabila ia melakukan pelanggaran. Faktanya, banyak ulama yang justru tergabung dalam lingkaran sistem yang jelas-jelas tidak sesuai dengan standar syariah. 

Padahal, sejatinya ulama adalah ahli waris nabi yang bertugas mengembalikan penerapan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan, bukan mendukung dan ikut serta dalam sistem warisan kolonial. Ulama adalah teladan bagi masyarakat yang wajib membimbing dan mengarahkan masyarakat pada umumnya dan penguasa pada khususnya menuju perubahan nyata, yaitu meneruskan kehidupan Islam. 

 

Ulama merupakan pengkritik sekaligus penasehat bagi penguasa guna memperbaiki kebijakan dan tindakan yang menyimpang dari aturan Islam. Jadikan kehidupan diatur dengan syariat Islam agar para ulama benar-benar menjadi pewaris nabi yang melestarikan risalah dan meneruskan perjuangannya, bukan melanggengkan sistem demokrasi kufur yang jauh dari Islam.

Sudah saatnya umat dan para ulama sadar dan mau mempelajari Islam secara menyeluruh agar pemahamannya semakin meningkat sehingga mengetahui di mana posisinya seharusnya. Semoga sistem Islam segera terwujud sehingga keberkahan menyelimuti seluruh dunia, Amin. 

Wallahu a'lam bishawab.

 

 

Oleh: rosyidicreator.blogspot.com

Bandung, 20 Februari 2024

 

Komentar

Postingan Populer